Wednesday, July 9, 2008

Hidupku Bukan Milikku Lagi

Ini adalah tulisan dari suamiku. Dan sama sekali aku gak tau sebelumnya, after I read this :(

----------------------------------------------------------------------------------------------

Hidupku bukan milikku lagi

July 10th, 2008

Tahun 1981 sewaktu aku masih sekolah dasar, di Surabaya. Tepatnya di desa Jogoloyo, surabaya. Disana ada sungai yang cukup besar dan airnya mengalir deras karena bertepatan dengan musim penghujan.

Bagi saya (waktu itu masih SDN) tidak tau bahaya akan air sungai yang deras ini. Aku tetap bermain dengan temen ku namanya Tatang. Kami tetap bermain-main di jembatan gantung. Dan mencoba meraih kayu yang mengalir di sungai itu. Entah bagaimana ceritanya aku sudah tenggelam di kali itu. Sampai beberapa menit, aku tidak sadar. Tanpa sadar ada tangan kuat yang menarik saya dari air yang mengalir deras itu. Ternyata seorang nelayan menolongku, menarikku dari aliran deras air itu. Tanpa bilang apa-apa (dasar masih SD ‘ngak tau apa-apa), aku muntah-muntah, semua air yang sungai yang udah tertelan.

Itulah pertama kali nyawaku di selamatkan oleh Tuhan Yesus, dengan memakai nelayan yang sedang menangkap ikan. Tentang kejadian ini, keluargaku tidak pernah ada yang tahu, kecuali temanku Tatang dan aku sendiri.

Tahun pertengahan 1995, ketika aku bekerja membangun menara imperium (Rasuna said), tepatnya di lantai 32 (kalo ngak salah) aku sedang memeriksa steel structure di lantai itu , ada lobang lift yang sedang di pasang block out pinggirannya. Tanpa aku lihat aku menginjak bondek (seng komposite lantai) yang berada di pinggir lubang lift itu. Entah power dari mana yang datang, aku terdorong ke belakang menjauh dari lubang itu, sementara potongan bondex yang aku injak jatuh ke bawah ke dasar lift itu dilantai dasar. Itulah yang kedua kalinya aku diselamatkan nyawaku oleh Tuhan Yesus melalui malaikatNya yang mengawal aku.

Kejadian yang ketiga waktu aku memeriksa fire proofing di lantai 8, di gedung yang sama, menara imperium. Aku berdiri di atas scafolding yang berada di tepi pinggir lantai itu, yang ternyata scafolding itu goyang, dan scafolding itu jatuh ke landai dasar. Entah kenapa, tiba-tiba tanganku meraih besi (steel structure beam) yang ada di atas kepalaku. Setelah meraih besi beam itu aku mengayunkan diriku sendiri menjauh dari pingir tepi lantai itu. Saat itu aku belum menyadari siapa yang telah menyelamatkan aku. Sekarang aku sadar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikatNya untuk ketiga kalinya menyelamatkan aku dari maut.

Tahun 1996 aku bekerja di Jagat Baja Prima Utama dan bekerja untuk pembangunan Taman Anggrek di slipi. Waktu itu aku sedang mengawasi pekerja, manarik balok (beam) baja untuk ditransfer. Entah siapa yang menyuruh, aku berdiri di bawah rangka lift dan tidak bergerak dari situ untuk beberapa menit. Tiba-tiba jatuh balok besar, kalo ngak salah ukuran 8 x 16 cm yang jatuh dari lantai 12 di salah satu tower. Panjang balok itu kira-kira 4 meter, dan jatuh tepat di atas kepala ku yang terlindung oleh besi rangka lift yang ada diatas ku. Kayu itu terbelah berkeping-keping. Itulah ke 4 kalinya Tuhan Yesus menyelamatkan nyawaku.

Baru kali ini aku sadar dan berpikir, sudah sekian kalinya Tuhan menyelamatkan nyawaku. Aku sekarang tahu, bahwa Tuhan mempunyai rencana yang besar dalam hidupku.

Upland, July 09, 2008

0 comments: